Tampaknya larangan mengenakan jilbab dan burqa di Prancis sama sekali tidak akan menghentikan para Muslimah di negeri itu untuk mengenakan pakaian yang telah digariskan oleh keyakinannya itu. Itulah yang disampaikan oleh cendekiawan Muslim Tariq Ramadan. Tariq Ramadan adalah cucu dari Imam Syahid Hasan Al-Bana yang tinggal di Swiss.
“Prancis menanggapi masalah burqa ini sama dengan membatasi kebebasan, dan saya pikir itu sama sekali tidak akan pernah berhasil,” kata Ramadhan dalam salah satu kunjungannya ke Amerika Serikat. Sebelumnya Ramadan dilarang memasuki negara itu oleh administrasi George W. Bush.
"Kami harus sangat hati-hati untuk tidak menerjemahkan setiap masalah yang sensitif dalam masalah hukum," kata profesor studi Islam di Universitas Oxford itu.
"Jangan pergi ke arah itu, berbicara lebih banyak mengenai pendidikan, psikologi, mengubah mentalitas. Memang semua itu butuh waktu," katanya.
Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy telah menyatakan bahwa burka tidak diterima di Prancis, menyebutnya sebagai sebuah penghinaan terhadap nilai-nilai Prancis.
Dewan Nasional Prancis akan mulai perbincangan di awal Juli nanti untuk mengumpulkan dukungan dan cara dalam melarang perempuan Muslim mengenakan cadar secara penuh, begitu yang dikatakan oleh Perdana Menteri Prancis, Francois Fillon kepada parlemen Selasa kemarin.
Sebuah rancangan undang-undang yang melarang pemakaian jilbab dan burqa ini harus disetujui oleh kabinet pada tanggal 19 Mei. (sa/aby)
Tempat untuk berdiskusi, berbagi pengetahuan dan pengalaman demi untuk peningkatan mutu pendidikan kita semua
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Days in my Life Slideshow: M-iqbal’s trip from Jakarta, Jawa, Indonesia to Singapura was created by TripAdvisor. See another Singapura slideshow. Create a free from your travel photos.
Sweet Moment in K-106, Unj-2012 Slideshow: Kelas’s trip to Jakarta was created with TripAdvisor TripWow!
Todays News
my picture
my son
Tidak ada komentar:
Posting Komentar