Soal Ujian Nasional SMA/SMK/MA Siap Didistribusikan
10 April 2011 | Laporan oleh ahmad_dj
Jakarta - Proses pencetakan soal Ujian Nasional (UN) 2011 untuk jenjang SMA/SMK/MA telah selesai dilakukan. Saat ini soal-soal tersebut sedang dalam proses pengepakan. Gambaran tersebut diperoleh saat Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh melakukan inspeksi ke percetakan Balai Pustaka, yang terletak di kawasan industri Pulo Gadung, Jakarta, Sabtu (9/04).
Mendiknas menyampaikan, percetakan merupakan salah satu titik rawan kebocoran soal. Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, saat ini ada kode khusus yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Jadi jika benar soal tersebut bocor, maka akan dicari pemilik kode tersebut.
"Jangan sampai masyarakat terjebak spekulasi bahwa soal bocor, kita berusaha mengamankan di setiap titik yang berpotensi kebocoran," ujar Mendiknas seusai meninjau percetakan.
Selain percetakan, titik rawan kebocoran berikutnya adalah distribusi dan rayon. Oleh karena itu Kemdiknas telah bekerja sama dengan kepolisian untuk mengawal pendistribusian soal sampai ke rayon dan tempat pelaksanaan ujian.
"Untuk wilayah Jakarta, akan didistribusikan pada tanggal 17 April pagi, dan khusus kepulauan seribu pada 17 April pukul 04.00 WIB," kata Syaiful Bahri, pengawas dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Pembantu Rektor I Universitas Negeri Jakarta Supriyanto mengatakan, untuk daerah DKI Jakarta telah dicetak delapan juta halaman soal untuk SMA/SMK/MA, dan 12 juta halaman untuk SMP/MTs. Supriyanto juga menyebutkan, peserta UN SMA tahun ini berjumlah 53.937 siswa, SMK 63.382 siswa, MA 4.679 siswa, dan SMALB 141 siswa.
Mendiknas menjelaskan, untuk UN tahun ini telah disiapkan lima tipe soal dengan tingkat kesulitan yang sama untuk setiap mata pelajaran yang di ujikan. Dari 20 siswa dalam satu kelas, hanya empat siswa akan mengerjakan soal yang sama. Sasarannya, kata Mendiknas, adalah untuk meningkatkan kredibilitas UN. "Tingkat kesulitan semua tipe soal adalah sama, dan untuk teknis pengaturannya random dengan mengambil jarak terjauh antara tipe soal yang sama," kata Mendiknas.
Nilai kelulusan siswa bergantung pada dua komponen, yaitu UN dan ujian sekolah dengan komposisi 60 dan 40 persen. Mendiknas memastikan akan memberikan sanksi jika terjadi manipulasi guna mendongkrak nilai ujian sekolah siswa. "Kalau ada manipulasi, jelas ada sanksi. Sanksi Administratif bagi kepala sekolah, dan sanksi akademik bagi yang melakukan kecurangan dengan penghapusan nilai ujian sekolahnya," kata Menteri Nuh menegaskan. (aline)
Tempat untuk berdiskusi, berbagi pengetahuan dan pengalaman demi untuk peningkatan mutu pendidikan kita semua
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Days in my Life Slideshow: M-iqbal’s trip from Jakarta, Jawa, Indonesia to Singapura was created by TripAdvisor. See another Singapura slideshow. Create a free from your travel photos.
Sweet Moment in K-106, Unj-2012 Slideshow: Kelas’s trip to Jakarta was created with TripAdvisor TripWow!
Todays News
my picture
my son
Tidak ada komentar:
Posting Komentar