Rekening Bobol Milik Guru Bertambah
K24-11 | Laksono Hari W | Sabtu, 28 Mei 2011 | 14:59 WIB
PAREPARE, KOMPAS.com — Korban pembobolan rekening lewat anjungan tunai mandiri (ATM) milik guru di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, terus bertambah. Kali ini kejadian tersebut menimpa Andi Patri, seorang guru di SMA Negeri 1.
Sebelumnya, tiga guru di Sulsel kehilangan dana hingga jutaan rupiah yang disimpan di Bank Pemerintah Daerah (BPD) Cabang Kota Parepare. Raibnya uang milik Andi Patri terasa janggal karena, meski Andi tidak memiliki kartu ATM, yang didapatnya dari dana tunjangan sertifikasi tahun 2010 itu raib setelah diambil melalui ATM. Dari dana sebelumnya yang mencapai Rp 12.532.000, tiba-tiba berkurang tersisa tinggal Rp 7 juta.
"Saya baru mengetahui uang dalam rekening saya berkurang saat di teller. Yang raib sebesar Rp 5 juta, sementara saya merasa tidak pernah melakukan penarikan sebesar itu," katanya kepada Kompas.com, Sabtu (28/5/2011).
"Yang aneh karena tercetak dalam buku tabungan saya ada transaksi melalui ATM pada bulan Maret lalu, sementara saya sendiri tidak punya ATM," ujar Andi.
Mengetahui uang dalam rekeningnya berkurang tanpa sebab, Jumat kemarin, Andi Patri langsung protes kepada pihak bank. Dengan alasan telah terjadi kesalahan cetak, kata Andi, petugas teller kemudian melakukan perbaikan dan mengganti uangnya yang hilang sehingga saldonya kembali normal. "Saat itu juga dana saya yang kurang dikembalikan," jelas Andi.
Bagian Umum dan Sumber Daya Manusia Bank Sulsel Parepare Mohammad Rasyid Nasyir secara terpisah mengakui hal tersebut. Namun, pihak Bank Sulsel Parepare membantah bahwa telah terjadi pembobolan gaji sertifikasi guru yang dicairkan melalui bank mitra pemerintah daerah tersebut.
Bank Sulsel Parepare juga merasa tidak merugikan nasabah yang sempat kehilangan dana jutaan rupiah dalam rekening karena dana yang kurang seluruhnya sudah dikembalikan oleh pihak bank.
"Yang terjadi hanya kesalahan cetak di buku rekening dan kesalahan administrasi. Hal tersebut murni kelalaian bank, tetapi pihak kami akan terus berupaya melakukan perbaikan," kata Rasyid.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Parepare, Rahman Saleh, menduga kejadian tersebut adalah faktor kesengajaan oknum dalam internal Bank Sulsel Parepare untuk melakukan pembobolan terhadap dana dalam rekening nasabah. Pihaknya mengimbau para guru dan pemerintah agar mempertimbangkan kembali menyimpan dananya di bank tersebut. "Ini bukan kelalaian," katanya singkat.
Tempat untuk berdiskusi, berbagi pengetahuan dan pengalaman demi untuk peningkatan mutu pendidikan kita semua
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Days in my Life Slideshow: M-iqbal’s trip from Jakarta, Jawa, Indonesia to Singapura was created by TripAdvisor. See another Singapura slideshow. Create a free from your travel photos.
Sweet Moment in K-106, Unj-2012 Slideshow: Kelas’s trip to Jakarta was created with TripAdvisor TripWow!
Todays News
my picture
my son
Tidak ada komentar:
Posting Komentar