Minggu, 18 September 2011

Muslim Rusia: antara Sholat, Atheisme, Ramadhan

Muslimin di Indonesia selayaknya bersyukur Ramadhan disini tidak terlalu berat. Kita hanya menahan makan minum dan seks selama 12 jam. Sementara di Rusia, sekitar 20 juta umat Islam di sana, musim panas ini, harus berpuasa selama 20 jam.

Soal penentuan waktu, corak Islam di Rusia sebagaimana di Saudi Arabia, kewenangan dalam menentukan waktu puasa (bulan suci Ramadhan) ditentukan oleh otoritas yang mempunyai kewenangan penuh di bidang keagamaan, sebagaimana Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Indonesia, meskipun terkadang waktu menjalankan puasa begitu panjang, tetapi umat Islam disana tetap menjalankannya dengan ikhlas.

Yang lebih mengejutkan negara tempat lahir dan berkembangnya ideologi komunis ternyata memiliki jumlah ummat Islam terbesar di benua eropa. Untuk mengetahui lebih dalam bagaimana kegiatan dakwah Islam dan ummat Islam di Rusia Khalifah melakukan tanya jawab secara khusus dengan Kusen, M.A. Mahasiswa Program Doktor Filsafat Agama di Universitas Belgorad Rusia, melalui surat elektronik, Rabu (27/7).




Bagaimana keadaan ummat Islam di Rusia?

Mayoritas Muslim Rusia berasal dari daerah Dagestan, Ingusitia, Chehnya dan Tartar. Mereka menyebar ke berbagai provinsi, dan bekerja ke berbagai sektor, utamanya berprofesi sebagai penjual di pasar-pasar tradisonal, dan kuli bangunan. Boleh dikata bahwa hampir seluruh tenaga kerja di Rusia pada sektor ini berasal dari Muslim Selatan (sebuatan identitas mereka). Populasi Muslim Rusia sekitar 21-28 persen dari totol 142 juta penduduk. Itu artinya ada sekitar 20 juta lebih, yang itu berarti Muslim Rusia boleh dikatakan terbesar se-Eropa.

Pada umumnya corak keagamaan mereka Salafi/Wahabi, namun demikian tidak sedikit dari kalangan mereka yang masih sangat awam dalam beragama. Dalam hal sholat misalnya, mereka masih "rubuh gedhang" (pohon pisang yang rubuh). Bukankah pohon pisang itu kalau ditebang seluruh batangnya ikut rubuh semua ? Pepatah Jawa itu (rubuh gedhang) mengandung maksud untuk menggambarkan karakteristik orang yang tipologinya taqlid. Mereka menjalankan sesuatu, tapi tidak tahu apa yang dikerjakan.

Bisa diberi contohnya?

Contoh konkretnya begini, saya berkali-kali menjumpai mereka mengerjakan sholat sebelum dan sesudah sholat Jumat, tapi mereka tidak tahu apa nama sholat itu. Orang lain mengerjakan, maka mereka ikut mengerjakannya. Istilah Jawanya "anut grubyuk" (yang penting ikut).

Bagaimana faham keberagamaan kaum muslim di Rusia?

Saat ini saya tinggal di kota Belgorad (ujung barat Rusia, dan menjadi tapal batas Rusia-Ukraina). Dari jumlah total penduduk Belgorad 377.070 jiwa, yang muslim sekitar 2000. Sejak didirikannya masjid tahun 2006, umat Islam Belgorad mulai menampakkan dirinya. Hampir tiap Jumat, terdapat 2-3 jamaah baru dari orang Belgorad yang ikut shalat Jumat.

Komunitas muslim Belgorad bercorak Salafi (Wahabi). Seperti umumnya Salafi, persoalan bid’ah dan hal-hal yang sifatnya khilafiyyah merupakan tema yang sering disampaikan dalam berbagai kesempatan, baik di waktu khutbah Jumat atau dalam bincang-bincang lepas.

Muslim Salafi Belgorad lebih tertarik mempermasalahkan khilafiyyah dibanding membuat program-program dakwah. Akibatnya, masjid hanya difungsikan untuk shalat jamaah. Di luar itu tidak ada kegiatan selain berkumpul dan berbincang-bincang lepas. Padahal banyak di antara muslim Belgorad yang belum paham shalat.

Baru pada awal Juli ini, mulai diadakan pengajian untuk tiap hari Ahad seusai sholat dhuhur. Dan jamaah yang hadir kurang dari 10 orang. Pada hari biasa, jamaah Dhuhur, Ashar, Magrib dan Isya' sekitar 5-7 orang. Untuk sholat Subuh Jamaah, mesti membuat janjian terlebih dahulu.

Bagaimana kiprah ulama di sana dalam mengembangkan dakwah islam?

Muslim Rusia makin berkembang, terlebih dengan hadirnya Univeritas Islam di Moscow yang berdiri sejak 2006. Juga sudah berdiri Madrasah di kota Moscow. Para ulama makin gencar mensosialisasikan dakwah melalui berbagai media. Bahkan baru beberapa bulan ini di kota Moscow digelar festival makanan halal.

Bagaimana dengan kegiatan ummat Islam di bulan Ramadhan?

Pastinya tidak semeriah di Indonesia. Di sini tak ada budaya tadarusan pada malam-malam Ramadhan. Antara Ramadlan dan tidak Ramadlan suasananya sama saja. Hanya bedanya pada malam harinya diadakan sholat Tarawih itu saja. Jika di Indoensia ada istilah buka bersama, di sini buka bersama belum begitu mengakar. Di Belgorad misalnya, pada Ramadlan tahun lalu baru dua kali diadakan buka bersama di Masjid.

Apa kegiatan Anda selama di Rusia?

Tentu saja sebagai mahasiswa tugas utamanya ialah belajar. Bentuk Dakwah yang paling memungkinkan untuk dilaksanakan ialah Dakwah bil Hal dan Mujadalah.

Apa hambatan yang dialami disana?

Dulu sebelum saya datang ke Rusia, tatkala menghadiri seminar yang temanya membicarakan khamer, pembicaranya mengatakan bahwa pada musim dingin minuman Khamer tidak dosa karena sifatnya terpaksa untuk menghangatkan suhu tubuh. Siapapun orangnya bakalan kedinginan jika berada di Eropa pada musim dingin, karenanya mesti minum Khamaer. Demi mendengar pernyataan itu, saya tidak bisa membantah apa-apa karena saya belum pernah mengalaminya. Hanya dalam hati berkata "seandainya saya berada di Eropa, saya yakin bakalan kuat untuk menahan tidak minum Khamer pada saat musim dingin".

Bagaimana ketika Anda mengalaminya ?

Dan Alhamdulillah, sekalipun suhu mencapai -30 derajat toh saya tidak bermasalah sekalipun tidak minum Khamer. Alhamdulillah saya sehat-sehat. Menampilkan diri tetap Istiqomah ditengah tantangan yang berat inilah konteks pemaknaan dakwah bil hal yang bisa saya lakukan. Dakwah bil hal adalah bentuk dakwah dengan perbuatan atau keteladan diri. Dan pada saat yang bersamaan saya sering ketemu dengan para penganut atheisme, lalu terjadi perdebatan yang hangat. Itulah mujadalah.

Anda ambil konsentrasi di bidang studi apa?

Saya ambil spesialisasi filsafat agama lebih luas daripada Filsafat Islam. Dalam Filsafat Agama, bukan hanya satu agama yang dijadikan obyek kajian, tapi beragam agama-agama. Salah satu daya tarik Rusia ialah bahwa secara faktual historis paham Komunis dan Atheisme pernah bercokol dalam kurun waktu yang relatif lama. Atheisme telah menjadi pandangan hidup mereka.

Masyarakat Rusia yang masih banyak atheis, tidak patut untuk dimusuhi apalagi dijauhi. Mereka berpaham atheis tentu saja ada dasarnya. Secara filosofis, atheis lahir dari cara orang memandang terhadap apa yang dinamakan realitas. Dalam ontologi Rusia, bahwa apa yang disebut realitas dicirikan dengan tiga hal: bisa diamati, bisa didengar, dan bisa dirasakan. Ketiga karakteristik itu melekat pada materi. Materi itulah realitas sejati, bukan Tuhan.

Bagaimana hubungi Rusia dan Ummat Islam khususnya Indonesia di sana?

Hubungan Rusia-umat Islam Indonesia kurang begitu harmonis sejak presiden Soekarno menjalin hubungan diplomatik dengan Rusia. Mayoritas muslim Indonesia sejak awal telah salah menyikapi Rusia. Rusia dipersepsikan komunis. Komunis dipersepsikan atheis. Dan atheis musuh Islam.

Apa yang melatarbelakanginya?

Perbedaan keyakinan adalah keniscayaan. Ada tiga teori pendekatan menyikapi perbedaan; konfrontatif, dialogis, dan uzlah (berlepas diri). QS.16:125 ”Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, pengajaran yang baik, dan debatlah mereka dengan cara baik”. Menurut para mufasirin bahwa metode debat (mujadalah) ditujukan pada yang berlainan keyakinan.

Dalam ilmu komunikasi, debat hanyalah salah satu bentuk dari komunikasi dua arah (dialog). Dengan kata lain, tidak akan muncul suatu perdebatan jika tidak terbangun dialog. Membangun dialog adalah perintah Tuhan. Bukan sikap konfrontatif atau uzlah seperti yang hari ini dipertontonkan.

Sejak 1257 M umat Islam terpuruk. Kehadiran Muhammad Abduh, Jamaluddin Al-Afghani, dan Rasyid Ridla pada dekade awal abad 19, menyadarkan kita betapa keterpurukan itu lebih disebabkan oleh kebodohan umat Islam itu sendiri. Ajakan Muhammad Abduh untuk bangkit izzu al-Islâm wa al-Muslimîn (kejayaan Islam dan umatnya) tentu saja perlu disambut. Dan sambutan yang tepat ialah melakukan dialog peradaban.

Dalam dialog sangat mungkin tercapai pemahaman baru. Jika dialog Rusia-umat Islam Indonesia terjadi secara harmonis, sangat mungkin masyarakat yang tadinya atheis berhijrah pada kemusliman. Jika toh tidak tercapai, paling tidak telah menjalankan perintah Tuhan. Kewajiban manusia hanyalah menyeru, bukan membuat berhasil pindah keyakinan (5:99). Bisa jadi dalam dialog sepakat untuk tidak sepakat.

Apa yang harus dilakukan untuk menjembatani ini ?

Dalam konteks inilah pentingnya Departemen Agama dan masyarakat untuk mereorientasi arah kiblat perkuliahan. Jika semula kebijakan studi di arahkan ke Timur-Tengah, sudah tiba saatnya berpaling ke Rusia. Sabda Rasulullah ”Jika ingin menguasai akherat dengan ilmu. Jika ingin menguasai dunia dengan ilmu”. Dan Rusia merupakan salah satu negeri yang menguasai dunia melalui kemajuan sains dan teknologi.

Bagaimana menentukan waktu puasa?

Corak keagamaan di Rusia persis di Arab, yang mana Majelis Ulamanya memiliki otoritas yang kuat. Di Rusia ada Dewan Mufti (semacam MUI). Dewan Mufti itulah sentral informasi kebijakan, termasuk menentukan kapan berpuasa dan kapan mengakhirnya. Begitu Dewan Mufti memutuskan, maka seluruhnya melaksanakan fatwa itu. Tak ada polemik. Semuanya Sami'na Wa'tha'na.

Beberapa tahun ini, Ramadlan di Rusia bertepatan dengan musim Panas. Jadual Subuh jam 02.55, dan Magribnya jam 21.45. Itu artinya puasa di Rusia hampir 20 jam. Sekalipun demikian, asalkan penuh keimanan Insya Allah kuat. Dan Alhamdulillah pada Ramadhan kemarin saya tidak ada masalah, sekalipun harus berpuasa dalam waktu yang panjang. Saya tetap enjoy dan sehat. hahahaha...

gambar: narasumber dengan latar belakang danau kampus Universitas Belgorad Rusia
Days in my Life Slideshow: M-iqbal’s trip from Jakarta, Jawa, Indonesia to Singapura was created by TripAdvisor. See another Singapura slideshow. Create a free from your travel photos.
Sweet Moment in K-106, Unj-2012 Slideshow: Kelas’s trip to Jakarta was created with TripAdvisor TripWow!

Todays News

my picture

my picture
my son

Silahkan Komentar, Usul, Saran dan Bertanya disini

Share it

Daily Calendar